Bantul Di Tapal Batas Kesejukan…

Sawah-sawah indah itu sudah semakin terhalang rumah-rumah, yang baru saja dibangun usai gempa meluluhkan wilayah ini selustrum lalu. Sepertinya gelora kepahlawanan: gugur satu tumbuh seribu, hunian baru menyerbu kehijauan subur dusun Bayuran, Manding – Bantul.

Banyak petani padi di wilayah ini sedang bimbang dengan tawaran beralih ke pertanian organik, dipelopori Romo Utomo Pr yang kata-katanya banyak dikenang pemuda penggerak mitra usaha tani, Mas Eko namanya. “Romo Utomo berkata pangan yang paling baik adalah yang asli ciptaan Tuhan, ditanam dengan cara alami, dipelihara secara alami dan dipanen secara alami…” kenang Eko, “betul tapi dengan tanah yang sudah terlanjur diberi pupuk kimia, proses menjadi 100% organik harus perlahan-lahan, saya hanya bisa jamin produk saya sayuran sehat, tidak pakai pestisida kimia tapi masih mencampur pupuk alam dengan pupuk buatan.” Penggunaan metode organik 100% akan menurunkan produktifitas hasil yang langsung merugikan para petani. Suatu pilihan pertanian organik kiranya memang harus melalui proses pertobatan yang panjang.

Bantul (65)

Berbeda dengan anjuran Tim HPS, Mas Eko membangun kemitraan para petani dengan sistem kontrak pra penanaman. Sarjana pertanian yang bangga disebut petani ini memang agrobisnisman muda yang gesit melihat peluang.  Bantul (89)Daripada menanam padi hibrida yang umum di pasaran, Mas Eko memilih membagi bibit padi lokal yang sudah jarang ditanam: mentik dan padi nyaur-utang peninggalan Majapahit yang terkenal enak serta padi hitam khusus untuk orang Jakarta yang takut tambah manis karena dijajah diabetes.  Karena itulah para petani yang terrangkul dalam program kemitraannya mendapat keuntungan lebih. Mereka mendapat bibit gratis, jaminan harga per satuan bobot panen melalui kontrak tertulis, pendampingan selama proses tanam dan jaminan pembelian hasil panen sesuai kontrak serta tentu saja pengalaman menanam aneka benih yang langka dan unik.

Selain padi, Mas Eko juga mengembangkan sayur dan buah-buahan unik, melon merah, cabe besar pedas dan sebagainya, “pokoknya produk yang jarang ditanam agar harganya memang sungguh menarik petani,” ujarnya menjelaskan. Meski terbilang sukses, dia mengakui ada kesulitan dalam pendampingan karena para petani mitranya merasa lebih tahu karena praktek di lapangan ketimbang dirinya yang belajar di UNAS Yogya. “Aku luwih sue dolanan lemah kok,” Mas Eko meniru komentar petani. Walaupun dia berpengalaman memuliakan tanaman tetap saja dianggap anak ingusan.

“Prinsip saya mengikat kemitraan adalah kejujuran, jika saat panen nanti ada kenaikan harga produk di pasar, saya akan berbagi selisih kenaikan itu pada petani mitra saya walaupun mereka tidak tahu bahwa ada kenaikan harga di pasar Jakarta misalnya. Saya tidak mau membohongi dan membodohi petani hanya karena mereka tidak punya akses internet dan kesempatan berjualan di tempat yang lebih baik, karena saya juga petani, KTP saya petani, pekerjaan saya petani…” Mas Eko menjelaskan kiatnya menjaga kesetiaan para petani dalam kemitraannya. Bagaimanapun, uang adalah hal penting dalam program apapun untuk pemberdayaan para petani. Jika kemitraan Donatius Ekosiwi Pramono ternyata dilihat menguntungkan para petani dalam kemitraannya, mungkin  aneka gerakan lain perlu belajar darinya dan mengembangkan situasi yang dipikirkan lebih mensejahterakan semua pihak sambil tetap mampu bersaing di kancah pasar.

Bantul (108) Pertanian Bantul adalah pertaruhan masa depan wilayah ini. Kebanyakan kios kerajinan kulit di Manding sudah bukan lagi hasil kerajinan warga setempat melainkan loperan dari Garut, Bandung dan Surabaya. Jika sawah dan kebun di kawasan ini semakin tergusur rumah-rumah, maka kesejukkan itu memang akan sungguh hilang…

Informasi lanjut silahkan hubungi:

ekosiwipramono@yahoo.com

secundina.ariasti@yahoo.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: