Bussway, efektif tapi semakin tidak nyaman…

P9060063

Awal bulan September saya begitu kagum dengan rute bussway yang menurut saya mempercepat transportasi saya dari Lubang Buaya, di ujung timur Jakarta ke berbagai lokasi di ujung baratnya, Slipi, Grogol, Katedral dsb.

Lubang Buaya – Slipi: 45 Menit!

Kecepatan men-transport itulah yang membuat saya kagum. Memang cukup berdesakan, namun dengan lokasi saya di pastoran Kalvari, Lubang Buaya – dekat dengan Pinang Rantai pool-stasiun bussway dekat Taman Mini itu, saya selalu dapat tempat duduk. Dengan penyejuk udara yang cukup lumayan perjalanan terasa cukup menyenangkan. Demikianlah saya memutuskan, bis TransJakarta ini menjadi sarana efektif pilihan mobilisasi saya di Jakarta.

Pertama karena kecepatannya melibas kemacetan Jakarta, 45 menit dari Pinang Ranti ke Slipi karena melewati jalur khusus yang di awal September itu cukup steril. Kedua karena biayanya murah. Dengan uang RP.3.500,- ditambah angkot Rp.2.000,- atau ojek Rp.10.000,- berarti Rp.11.000,- atau Rp.27.000,- PP (pergi pulang), masih jauh lebih murah ketimbang menggunakan mobil, yang biaya masuk tolnya sudah Rp.18.000,- PP, belum termasuk bensin dan kelelahan sepanjang mengemudikannya. Bahkan dibandingkan dengan motor sekalipun, keuntungan ekonomisnya masih bisa diperbandingkan. Terakhir, sistem bussway ini cukup menghargai pejalan kakpeta-busway-barui, pengguna umumnya bis Transjakarta. Dengan kenyamanan berjalan kaki, saya membayangkan sedikit membakar lemak di perut yang membuncit karena kurang gerak di bandingkan tempat perutusan saya di tanah misi. Saat menyusuri penyeberangan jalan yang dibangun, saya membayangkan sebuah tugas misi baru di tengah kota metropolitan. Menggunakkan bussway saya pikirkan sebagai adaptasi paling tepat memahami perjuangan umat.

(belum selesai)

2 Komentar

  1. theresia ellasari said,

    23 Desember 2011 pada 04:48

    Dear Romo Fe, saya sangat mengagumi tulisan-tulisan Anda. Beberapa ide dan konsepnya nyeleneh… Namun sangat cerdas dan menggugah. Beberapa tulisan juga membuat saya tercengang… Ternyata Anda adalah Romo muda yang hebat. Di balik sikap-sikap Romo yang banyak membuat kalangan umat Kalvari (khususnya yang konvensional) kerap mengernyitkan dahi, Romo adalah benar-benar Romo yang ideal. Yang bisa menjalankan misi berat di Papua. yang bisa melihat permasalahan wong cilik di negara kita ini. Semoga Romo juga bisa menjadi Pahlawan bagi umat Kalvari yang merupakan umat pinggiran jakarta, yang sudah lama merindukan sebuah gereja.

    Selamat Menjelang Natal… God Bless you, Romo…

    • enakidabi said,

      23 Desember 2011 pada 08:28

      Hay Theresia Ellasari Tulisan tentang bussway ini belum selesai sih… Ada banyak hal yang ada di depan mata namun tidak selalu terlihat, mungkin Allah berbaik hati izinkan aku melihat beberapa hal itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: